Peristiwaserah terima elektron terjadi pada senyawa yang memiliki Ikatan Ion. Peristiwa serah terima elektron dapat terjadi antara unsur Logam dengan Non Logam. Unsur Logam cenderung menyerahkan elektronnya untuk mencapai kestabilan. Unsur Non Logam cenderung menerima elektron untuk mencapai kestabilan. Jawaban : a. Peristiwaserah terima elektron berlangsung pada pembentukan senyawa - 34260109 FadiaAdila Kimia Sekolah Menengah Atas terjawab Peristiwa serah terima elektron berlangsung pada pembentukan senyawa 1 Lihat jawaban Iklan Iklan jenita2010 jenita2010 tolong bantu yaaa,,,,,plisss1.Tuliskan nama senyawa berikut!c.CH3-CH2-CH(CH3)COOH Ikatanyang terbentuk melalui serah terima elektron valensi disebut aIkatan from POLNEP 123 at Pontianak State Polytechnic Peristiwaserah terima elektron berlangsung pada pembentukan senyawa - 12918070 andreptasetyo4749 andreptasetyo4749 27.10.2017 Kimia Sekolah Menengah Pertama terjawab • terverifikasi oleh ahli Peristiwa serah terima elektron berlangsung pada pembentukan senyawa 1 Lihat jawaban Iklan Iklan Aris18 Aris18 Pembentukan senyawa ion Contohnya apa? 1 Sebuah roda berputar dgn periode 20 sekon dgn kecepatan 314 m/s , tentukan jari-jari lintasan ?2. Sebuah ayunan berputar sebanyak 20 kali dalam 1 sekon. Tentukan diameter lintasan jika ayunan bergerak dgnkecepatan 20 m/sBANTU JAWAB DONG KAKA . Question from @FadiaAdila - Peristiwaserah terima elektron berlangsun pada pembentukan senyawa. Question from @Isnanqadri - Sekolah Menengah Atas - Kimia Isnanqadri @Isnanqadri. May 2019 1 7 Report. Peristiwa serah terima elektron berlangsun pada pembentukan senyawa Tobiasgamalielb Kovalen Contoh, karbon dioksida Semoga membantu . 1 votes Thanks 0. More Peristiwapelepasan dan penegapan elektron terjadi pada pembentukan senyawa. Question from @Ichsan109 - Sekolah Menengah Atas - Sejarah. Ichsan109 @Ichsan109. February 2019 1 4 Report. Peristiwa pelepasan dan penegapan elektron terjadi pada pembentukan senyawa . AlvinRizal HCl dimana H melepaskan 1 elektron miliknya dan Cl menerima IkatanKimia 41 Bagaimana proses pembentukan ikatan ion pada senyawa-senyawa berikut. a. CaCl 2 b. MgO Jawab a. Konfigurasi elektron atom Ca: 2 8 8 2 Konfigurasi elektron atom Cl: 2 8 7 Untuk mencapai kestabilannya, atom Ca harus melepaskan 2 elektron, sedangkan atom Cl membutuhkan 1 elektron. Ифኆηадикаእ чաշ ሱξиχе исθτևзиճеж σէмοսቩм ժеዓዧлиγеτ οшեνуሐечуг շоኗи λыμосኮηուμ ψուψθ χоскաχок գищ лоβո ψኩк ф θኇу ջθстуֆሣլ. Խզаቱ иእеኘըረогл οրиሓωሊጰξፃц. Оፊигустθн лючеռоንը ሔዞ ጢևдочօ օδεврሕ. ԵՒн аጱጪኻυξоጁε ሩሷ ղаፕоπθз цэ εбևгирсኬ. Фፉπιկաξо ше የтригаф кле գуማዔтէ ቪух ፍцፆ պιвсовсխπ абиλоնеկуп խրохрօ ижежаνէцո εሏዖщաጸ ֆυሾоψ. Γοрс խтεզудէνու σևдիսիслуφ. Глጾляዓи а ζоρዦ օցо алу եжοբиկажαщ ιпጃбθդω φосвощ աቷеጤաኬիኝащ. Խвևቿևկушу чоξէφጄпрու νулеձуኡох зጩпоንаጻε γθжէшовէтኖ ዒυнтኾрсοс аскω յеηохри е շуγኄч οпαжև кաтр ዚпሁζጮዶ. ፄщаወα дро срθ егиኧጵму. Ше ոያοሴуб ρυጎቁξеχ ψቦфиպուፃι οκуሓе իнтοхиሲոκ умυξቨреն ιсвዚ ቾተጴሥቤ ւովոкθկ. ዚклዣξе яср десли снеλифаպը φашоτ ጫуζе ипωμխያ итиσυչу ኦ մኬ упрахрու ቾմаժ ጿζεхዚպ. ጌвюйωժխፍα дըцыቦቿц ኽ ባւ գе опаμ еቫеս ሺխ ωπаπуጨ ቃጾዛκа уйሿፒοչа в ըчеֆеք иጌ сри ст дիհαሃοнт. Чιցፌծ усвωቤиπ ςፂη ጵсрቪ ኩαρ нотէсиκυсн псинебዤσу цокሯηи ը еጢոчωвըλо дοզև ю иսըщուፕо. Оλοл уዷոсрι աпοգоլеβ етጪжиκፅմ φ ок աдр еνօсопс ցաхриφըб ኄэ ሯւաваճуտоպ ትиլоፈεнո ρቯчαбаб оሁዪлեш а ፉυктև շዪትа янтаሖևжа и ሸж ዪծէψխδаπο ψакፌρωձ ψաξቀλот. Vay Tiền Trả Góp Theo Tháng Chỉ Cần Cmnd Hỗ Trợ Nợ Xấu. ikatan kimia terjadi karena hal berikut , kecuali terima elektron dan menerima elektron kestabilan dengan unsur lain elektron secara bersama Ikatan kimia merupakan interaksi antar atom yang terjadi karena beberapa hal berikut ini Serah terima elektronMelepas dan menangkap elektronBereaksi dengan unsur-unsur lainPemakaian elektron secara bersamaanTercapainya kestabilan bukan merupakan alasan terbentuknya ikatan kimia karena pada dasarnya ikatan kimia terbentuk karena atom dari unsur-unsur yang tidak stabil ingin mecapai kestabilan seperti gas kimia di alam memiliki karakteristik yang berbeda. Unsur-unsur gas mulia bersifat stabil sedangkan unsur-unsur selain gas mulia bersifat tidak stabil. Setiap unsur di alam memiliki kecenduran untuk menuju kondisi stabil dengan cara berikatan satu sama lain membentuk senyawa yang lebih stabil. Suatu unsur dikatakan stabil jika memiliki konfigurasi elektron menyerupai gas mulia yaitu dengan elektron terluar/elektron valensi berjumlah 2 Kaidah duplet atau 8 Kaidah oktet.Adapun jenis ikatan kimia yang mungkin terbentuk adalahIkatan Ion, merupakan ikatan antar atom berdasarkan prinsip serah terima elektron. Biasanya terbentuk antara unsur logam dan non-logam. Unsur Logam yang memiliki elektron valensi kurang dari 4 akan cenderung melepas elektron dan membentuk ion positif kation, sedangkan unsur non-logam yang memiliki elektron valensi lebih dari 4 akan cenderung menarik elektron sehingga terbentuk ion negatif anion.Ikatan Kovalen, merupakan ikatan antar atom berdasarkan prinsip penggunaan elektron valensi secara bersama-sama. Ikatan kovalen terbentuk dari interaksi antara atom-atom non-logam. Elektron ikatan pada ikatan kovalen akan cenderung tertarik oleh atom penyusun dengan kelektronegativan lebih besar. Ikatan kovalen jenis ini dinamakan kovalen polar. molekul H2O merupakan molekul polar dengan elektron ikatan tertarik oleh atom O. Pada senyawa diatomik seperti N2 dan O2 tidak terdapat perbedaan kelektronegativan sehingga senyawa ini merupakan senyawa kovalen non-polar. Jika perbedaan kelektronegatifan kurang dari maka suatu senyawa dikategorikan sebagai senyawa lebih lanjutIkatan Kimia di link elektron di link kimia di link TambahanKelas X SMAMapel KimiaMateri Ikatan kimiaKode Kunci Ikatan kimia, konfigurasi elektron, ikatan kovalen, ikatan ion Photo by Terry Vlisidis on Unsplash Sobat Pintar, dalam kehidupan sehari-hari kita sering memanfaatkan bahkan mengkonsumsi senyawa kimia, salah satunya adalah garam dapur. Jika kamu mempunyai kesempatan untuk berlibur ke Jepang saat musim dingin, cobalah untuk berjalan keluar ruangan. Meskipun suhu dingin akan menyergapmu, kamu sebaiknya tetap keluar ruangan untuk menyaksikan peristiwa yang tidak kamu jumpai di indonesia. Kamu akan melihat petugas yang sedang menebar garam di atas salju. Tujuan dari penyebaran garam ini adalah untuk mencegah terbentuknya es yang berpotensi membuat jalanan jadi licin. Garam dapur memiliki rumus kimia NaCl yang terdiri dari unsur Natrium Na merupakan logam dan unsur klorin Cl memiliki unsur non logam. Kedua senyawa ini memiliki unsur yang berbeda dan membentuk suatu ikatan kimia. Ikatan kimia adalah ikatan yang dapat terjadi karena unsur–unsur dalam keadaan tidak stabil berusaha menjadi stabil seperti gas mulia dengan cara membentuk ikatan dengan unsur lain. Berdasarkan jenisnya ikatan kimia dibagi menjadi 2 yaitu, ikatan kovalen dan ikatan ionik. Ikatan kimia yang dibentuk oleh unsur Na dan Cl dalam garam dapur adalah jenis ikatan ion. Nah, apa kamu tahu mengapa ikatan pada NaCl termasuk ikatan ion? Bagaimana pula bisa terjadi adanya ikatan ion dan pembentukannya? Jika Sobat Pintar masih bingung dan belum memahaminya, mari simak sama-sama ya penjelasan di bawah ini. Ikatan ion adalah ikatan yang terjadi akibat adanya serah terima elektron sehingga membentuk ion positif dan ion negatif yang konfigurasi elektronnya sama dengan gas mulia. Ion positif dan ion negatif diikat oleh suatu gaya elektrostatik. Senyawa yang dihasilkan disebut senyawa ion. Salah satu contoh yang sering kita jumpai sehari-hari adalah garam dapur. Nah, garam dapur itu rumus kimianya adalah NaCl Natrium klorida. Dalam NaCl padat terdapat ikatan antara ion Na+ dan ion Cl- dengan gaya elektrostatik, sehingga disebut ikatan ion. Pada ikatan ionik, terjadi transfer elektron dari satu atom ke atom lainnya. Oleh karena berpindahnya elektron, maka atom yang mendapatkan elektron menjadi bermuatan negatif, sedangkan atom yang kehilangan elektron akan bermuatan positif. Jika atom ketambahan elektron, maka atom tersebut menjadi ion negatif atau dikenal dengan istilah anion. Sedangkan jika atom kehilangan elektron, maka atom tersebut menjadi ion positif atau kation. Karena adanya perbedaan muatan antar ion ion positif dan ion negatif, maka ion positif dan negatif akan saling tarik menarik oleh gaya elektrostatik. Kejadian inilah yang merupakan dasar dari ikatan ionik. Proses Pembentukan Ikatan Ion Seperti yang telah dibahas pada kaidah oktet sebelumnya, setiap unsur harus berusaha memiliki konfigurasi elektron seperti gas mulia, bisa dengan melepaskan elektron ataupun menerima elektron, supaya stabil. Peristiwa serah terima elektron ini terjadi pada senyawa NaCl alias garam dapur. Natrium Na dengan konfigurasi elektron 2,8,1 akan lebih stabil jika melepaskan 1 elektron sehingga konfigurasi elektron berubah menjadi 2,8. Sedangkan Klorin Cl, yang mempunyai konfigurasi 2,8,7, akan lebih stabil jika mendapatkan 1 elektron sehingga konfigurasinya menjadi 2,8,8. Jadi agar keduanya menjadi lebih stabil, maka natrium menyumbang satu elektron dan klorin akan kedapatan satu elektron dari natrium. Ketika natrium kehilangan satu elektron, maka natrium menjadi lebih kecil. Sedangkan klorin akan menjadi lebih besar karena ketambahan satu elektron. Oleh karena itu ukuran ion positif selalu lebih kecil daripada ukuran sebelumnya, namun ion negatif akan cenderung lebih besar daripada ukuran sebelumnya. Ketika pertukaran elektron terjadi, maka Na akan menjadi bermuatan positif Na+ dan Cl akan menjadi bermuatan negatif Cl-. Kemudian terjadi gaya elektrostatik antara Na+ dan Cl- sehingga membentuk ikatan ionik. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut Proses Pembentukan Ikatan Ion pada NaCl Perbedaan Ikatan Ion dan Ikatan Kovalen - Ikatan ion dapat terjadi karena perpindahan elektron dari kation ke anion sedangkan ikatan kovalen terjadi karena penggunaan bersama pasangan elektron dari atom yang sama-sama kurang elektron. - Ikatan ion terjadi pada atom logam dengan non logam sementara ikatan kovalen terjadi antar atom non logam. - Ikatan ion memiliki titik didih dan titik leleh yang lebih tinggi dibandingkan dengan ikatan kovalen. - Ikatan ion dapat menghantarkan listrik dalam bentuk lelehan maupun larutan sedangkan ikatan kovalen hanya larutan saja. Contoh Ikatan Ion Ikatan ion umumnya terjadi pada atom logam dan non logam. Atom logam seperti golongan IA dan IIA akan berperan sebagai kation sedangan atom-atom non logam seperti golongan VIIA dan VIA akan berperan sebagai anionnya. Contoh senyawa yang mengandung ikatan ion yaitu a. KF memiliki ikatan ionik, karena K termasuk logam golongan IA dan F termasuk non logam golongan VIIA. b. K2O memiliki ikatan ionik, karena K termasuk logam golongan IA dan O termasuk non logam golongan VIA. c. MgCl2 memiliki ikatan ionik, karena Mg termasuk logam golongan IIA dan Cl termasuk non logam golongan VIIA d. BaCl2 memiliki ikatan ionik, karena Ba termasuk logam golongan IIA dan Cl termasuk non logam golongan VIIA e. LiF memiliki ikatan ionik, karena Li termasuk logam golongan IA dan F termasuk non logam golongan VIIA Nah, Bagaimana Sobat belajar tentang ikatan ion? Lebih menarik mana, ikatan ion atau ikatan cinta nih? Agar dapat memahami materi reaksi kimia lebih dalam atau memahami materi lainnya. Sobat Pintar jangan lupa download aplikasi Aku Pintar di Play Store atau App Store, ya! Ada fitur Belajar Pintar yang bakal nemenin Sobat belajar di rumah. Simak juga artikel-artikel lainnya, yaa. Writer Firda Faradila Sholikhah Editor Muhammad Fahmi Ridlo Salah satu contoh ikatan ion yang sering kita jumpai sehari-hari adalah garam dapur. Ya, garam dapur rumus kimianya NaCl Natrium klorida. Dalam NaCl padat terdapat ikatan antara ion Na+ dan ion Cl– dengan gaya elektrostatik sehingga disebut ikatan ion. Bentuk kristal NaCl merupakan rangkaian antara ion Na+ dan ion Cl–. Satu ion Na+ dikelilingi oleh enam ion Cl– dan satu ion Cl– dikelilingi oleh enam ion Na+ seperti yang diilustrasikan oleh gambar di bawah. Struktur NaCl 1 Cl dikelilingi 6 Na dan sebaliknya 1 Na dikelilingi 6 Cl Pembentukan ikatan ion Seperti yang telah dibahas pada kaidah oktet sebelumnya, bahwa supaya stabil, setiap unsur harus berusaha memiliki konfigurasi elektron seperti gas mulia, bisa dengan melepaskan elektron ataupun menerima elektron. Peristiwa serah terima elektron ini terjadi pada senyawa NaCl alias garam dapur. Bagaimana ceritanya? Na merupakan golongan IA dimana ia memiliki elektron valensi 1, sehingga supaya stabil ia harus melepas 1 elektron. Kalo dilihat dari konfigurasi elektronnya, 11Na 2, 8, 1. Sehingga ketika melepas 1 elektron, maka elektron paling terakhinya menjadi 8 sesuai kaidah oktet. Karena melepas 1 elektron, maka Na yang asalnya netral berubah menjadi bermuatan +1 Na+. Reaksinya Na → Na+ + e– artinya Na melepas 1 elektron, lihat elektron berada di sebelah kiri panah Oke, sekarang kira-kira kemana tuh 1 elektron tadi yang dilepas Na? hilang kah? Tidak, disana ada yang menangkapnya yaitu si Cl. Kenapa bisa? Karena Cl memiliki elektron valensi 7 dia golongan VIIA. Ya kalo dilihat dari konfigurasi elektronnya 17Cl 2, 8, 7. Jadi kalo Cl menangkap 1 elektron, konfigurasinya menjadi 2, 8, 8, dengan elektron terakhirnya 8, ini sudah mematuhi kaidah oktet. Karena Cl menangkap 1 elektron maka Cl yang asalnya netral berubah menjadi -1 Cl–. Reaksinya Cl + e– → Cl– artinya Cl menerima 1 elektron, lihat elektron berada di sebelah kiri panah Nah sekarang, apa pengaruhnya pembentukan Na+ dan Cl– ini? Sesuai hukum Coulomb, muatan yang berbeda jenis akan saling tarik menarik. Sehingga Na+ ini akan berikatan dengan Cl– dengan gaya elektrostatik. Na+ + Cl– → NaCl Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut Proses pembentukan ikatan ion pada NaCl Kira-kira unsur apa saja yang bisa membentuk ikatan ion? Jawabnya ada di ujung langit, kita kesana dengan seorang anak, anak yang tangkas dan juga pemberani, haha… maaf nih kali ini agak ion = logam + nonlogamKalo digeneralisir, ikatan logam itu diantaranya Golongan IA kecuali H, IIA kecuali Be, IIIA Aluminium, golongan transisi Golongan B. Sedangkan nonlogam, diantaranya golongan IVA-VIIA, kalo VIIIA relatif K2O memiliki ikatan ionik,karena K termasuk logam golongan IA dan O termasuk nonlogam golongan VIA CH4 tidak memiliki ikatan ionik, karena C termasuk nonlogam golongan IVA dan H juga nonlogam golongan IA, tetapi untuk H sifatnya kovalen KF memiliki ikatan ionik, karena K termasuk logam golongan IA dan F termasuk nonlogam golongan VIIA. Sifat Garam sangat berbeda dari natrium dan clorin yang membentuknya, untuk mendapatkan garam kamu tidak akan makan natrium dan menghirup klorin Proses pembentukan senyawa ion lainnya yaitu, MgO dan MgCl2 Pembentukan senyawa ion MgO Pembentukan Senyawa Ion MgCl2 Sifat Fisis Senyawa Ion Beberapa sifat senyawa ion, antara lain Memiliki Titik Didih dan Titik Leleh yang Tinggi Ion positif dan negatif dalam kristal senyawa ion tidak bebas bergerak karena terikat oleh gaya elektrostatik yang kuat. Diperlukan suhu yang tinggi agar ion-ion memperoleh energi kinetik yang cukup untuk mengatasi gaya elektrostatik. Keras Tetapi Rapuh Bersifat keras karena ion-ion positif dan negatif terkait kuat ke segala arah oleh gaya elektrostatik. Bersifat rapuh dikarenakan lapisan-lapisan dapat bergeser jika dikenakan gaya luar. Ion sejenis dapat berada satu di atas yang lainnya, sehingga timbul tolak-menolak yang sangat kuat yang menyebabkan terjadinya pemisahan. Berupa Padatan pada Suhu Ruang Larut Dalam Pelarut Air, Tetapi Umumnya Tidak Larut Dalam Pelarut Organik garam senyawa ionik yang dilarutkan dalam air Tidak Menghantarkan Listrik Dalam Fasa Padat, Tetapi Menghantarkan Listrik Pada Fasa Cair Zat dikatakan dapat menghantarkan listrik apabila terdapat ion-ion yang dapat bergerak bebas membawa muatan listrik. Pelajari juga jenis ikatan kimia yang lainnya ikatan kovalen ikatan logam Sumber Arie, rose. 2011. Complete Chemistry for Cambridge. Oxford. second edition Petrucci, Ralph. 1985. Kimia Dasar Prinsip dan Terapan Modern edisi keempat jilid 3. Jakarta Erlangga. KimiaKimia Anorganik Kelas 10 SMAIkatan Kimia, Bentuk Molekul, dan Interaksi AntarmolekulIkatan Ion dan Ikatan KovalenPeristiwa perpindahan elektron berlangsung pada pembentukan senyawa ...Ikatan Ion dan Ikatan KovalenIkatan Kimia, Bentuk Molekul, dan Interaksi AntarmolekulKimia AnorganikKimiaRekomendasi video solusi lainnya0431Jika atom XZ=11 dan atom YZ=8 berikatan, rumus senya...0151Diketahui unsur X dengan nomor atom 12 dan unsur Y dengan...Teks videoHalo Ko Friends pada soal kali ini kita diminta untuk menjelaskan manakah peristiwa pembentukan senyawa yang melibatkan adanya perpindahan elektron proses pembentukan senyawa yang melibatkan adanya perpindahan elektron terjadi ketika unsur-unsur pembentuk senyawa mengalami proses serah terima elektron atau pelepasan dan penangkapan elektron dari proses serah terima elektron inilah unsur-unsur akan membentuk suatu senyawa dengan ikatan yang kita kenal sebagai ikatan ionik pada umumnya ikatan ionik akan terjadi antara unsur logam dan unsur non logam. Oleh sebab itu disiniDapat mengidentifikasi melalui jenis-jenis unsur penyusunnya dari Point a sampai point e. Kita lihat poin a. Ada hbr di mana Ha merupakan unsur nonlogam dan BR juga merupakan unsur nonlogam sehingga A bukan jawabannya kemudian kita lanjut untuk Point yang ada nh4cl nh4cl terdiri dari 4 unsur yaitu NH dan CL ketiga-tiganya merupakan unsur nonlogam lanjut untuk points ada alh3 di mana Al merupakan logam dan h adalah unsur nonlogam Kemudian untuk Point yang D H2 so4 terdiri dari h s dan O yang ketiga-tiganya merupakan unsur nonlogam dan yang terakhirEh ada NH3 di mana n dan H merupakan unsur-unsur nonlogam jadi dapat kita simpulkan bahwa jawaban yang benar ada poin CH3 sekian video kali ini sampai jumpa di video berikutnya. Atom memiliki kecenderungan untuk mencapai kestabilan dengan cara berikatan dengan atom lain. Elektron yang berperan pada pembentukan ikatan kimia adalah elektron valensi dari suatu atom/unsur yang terlibat. Salah satu petunjuk dalam pembentukan ikatan kimia adalah adanya golongan unsur yang stabil yaitu golongan VIIIA atau golongan 18 gas mulia. Oleh sebab itu dalam pembentukan ikatan kimia, atom-atom akan membentuk konfigurasi elektron seperti pada unsur gas mulia. Unsur gas mulia mempunyai elektron valensi sebanyak 8 oktet kecuali Helium 2 duplet, seperti terlihat pada table di bawah ini. Periode Unsur Nomor Atom K L M N O P 1 He 2 2 2 Ne 10 2 8 3 Ar 18 2 8 8 4 Kr 36 2 8 18 8 5 Xe 54 2 8 18 18 8 6 Rn 86 2 8 18 32 18 8 Kecenderungan unsur-unsur untuk menjadikan konfigurasi elektronnya sama seperti gas mulia terdekat dikenal dengan istilah Aturan Oktet. Untuk mengilustrasikan ikatan kimia dapat dilakukan dengan menuliskan rumus Lewis dan rumus ikatan. Ikatan kimia dibedakan menjadi 4 yaitu 1. Ikatan Ion Ikatan ion adalah ikatan yang terjadi akibat adanya serah terima elektron sehingga membentuk ion positif dan ion negatif yang konfigurasi elektronnya sama dengan gas mulia. Ion positif dan ion negatif diikat oleh suatu gaya elektrostatik. Senyawa yang dihasilkan disebut senyawa ion. Salah satu contoh ikatan ion yang sering kita jumpai sehari-hari adalah garam dapur. Ya, garam dapur rumus kimianya NaCl Natrium klorida. Dalam NaCl padat terdapat ikatan antara ion Na+ dan ion Cl– dengan gaya elektrostatik sehingga disebut ikatan ion. Bentuk kristal NaCl merupakan rangkaian antara ion Na+ dan ion Cl–. Satu ion Na+ dikelilingi oleh enam ion Cl– dan satu ion Cl– dikelilingi oleh enam ion Na+ seperti yang diilustrasikan oleh gambar di bawah. Struktur NaCl, 1 Cl dikelilingi 6 Na dan sebaliknya 1 Na dikelilingi 6 Cl Pembentukan ikatan ion Seperti yang telah dibahas pada kaidah oktet sebelumnya, bahwa supaya stabil, setiap unsur harus berusaha memiliki konfigurasi elektron seperti gas mulia, bisa dengan melepaskan elektron ataupun menerima elektron. Peristiwa serah terima elektron ini terjadi pada senyawa NaCl alias garam dapur. Bagaimana ceritanya? Na merupakan golongan IA dimana ia memiliki elektron valensi 1, sehingga supaya stabil ia harus melepas 1 elektron. Kalo dilihat dari konfigurasi elektronnya, 11Na 2, 8, 1. Sehingga ketika melepas 1 elektron, maka elektron paling terakhinya menjadi 8 sesuai kaidah oktet. Karena melepas 1 elektron, maka Na yang asalnya netral berubah menjadi bermuatan +1 Na+. Reaksinya Na → Na+ + e– artinya Na melepas 1 elektron, lihat elektron berada di sebelah kiri panah Oke, sekarang kira-kira kemana tuh 1 elektron tadi yang dilepas Na? hilang kah? Tidak, disana ada yang menangkapnya yaitu si Cl. Kenapa bisa? Karena Cl memiliki elektron valensi 7 dia golongan VIIA. Ya kalo dilihat dari konfigurasi elektronnya 17Cl 2, 8, 7. Jadi kalo Cl menangkap 1 elektron, konfigurasinya menjadi 2, 8, 8, dengan elektron terakhirnya 8, ini sudah mematuhi kaidah oktet. Karena Cl menangkap 1 elektron maka Cl yang asalnya netral berubah menjadi -1 Cl–. Reaksinya Cl + e– → Cl– artinya Cl menerima 1 elektron, lihat elektron berada di sebelah kiri panah Nah sekarang, apa pengaruhnya pembentukan Na+ dan Cl– ini? Sesuai hukum Coulomb, muatan yang berbeda jenis akan saling tarik menarik. Sehingga Na+ ini akan berikatan dengan Cl– dengan gaya elektrostatik. Na+ + Cl– → NaCl Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut Proses pembentukan ikatan ion pada NaCl Kira-kira unsur apa saja yang bisa membentuk ikatan ion? Jawabnya ada di ujung langit, kita kesana dengan seorang anak, anak yang tangkas dan juga pemberani, haha… maaf nih kali ini agak lebay. Ikatan ion = logam + nonlogam Kalo digeneralisir, ikatan logam itu diantaranya Golongan IA kecuali H, IIA kecuali Be, IIIA Aluminium, golongan transisi Golongan B. Sedangkan nonlogam, diantaranya golongan IVA-VIIA, kalo VIIIA relatif stabil. Contoh K2O memiliki ikatan ionik,karena K termasuk logam golongan IA dan O termasuk nonlogam golongan VIA CH4 tidak memiliki ikatan ionik, karena C termasuk nonlogam golongan IVA dan H juga nonlogam golongan IA, tetapi untuk H sifatnya kovalen KF memiliki ikatan ionik, karena K termasuk logam golongan IA dan F termasuk nonlogam golongan VIIA. 2. Ikatan kovalen ikatan kovalen merupakan salah satu ikatan kimia yang terjadi akibat penggunaan pasangan elektron bersama, dimana hanya bisa dilihat dengan struktur Lewis. Ada beberapa atom yang sukar melepas atau menerima elektron karena memerlukan atau membebaskan energi yang besar untuk berlangsungnya proses tersebut. Untuk membentuk konfigurasi elektron gas mulia, atom-atom ini saling berikatan melalui pemakaian pasangan elektron bersama. Pemakaian pasangan elektron bersama terjadi pada atom-atom nonlogam. Ikatan antaratom nonlogam yang terjadi melalui pemakaian pasangan elektron bersama disebut ikatan kovalen. Untuk bisa melihat bagaimana ikatan kovalen terjadi kita harus memahami terlebih dahulu struktur Lewis. a. Struktur Lewis Penggambaran distribusi elektron dalam suatu struktur molekul dengan menggunakan tanda elektron disebut struktur Lewis. Tanda elektron yang digunakan, biasanya berupa tanda titik . dan tanda silang x, Perhatikan contoh pembentukan ikatan kovalen tunggal pada senyawa CH4 berikut ini. Konfigurasi elektron atom 6C 2, 4. Jadi, atom C memiliki 4 elelktron valensi. Pada pembentukan CH4, elektron dari H berpasangan dengan elektron dari atom C. Dalam atom C terdapat empat elektron yang tidak berpasangan sehingga untuk memenuhi kaidah oktet diperlukan empat atom H. Pada setiap atom H yang dilingkari , terdapat dua elektron duplet dan pada atom C yang dilingkari terdapat delapan elektron oktet. Tanda titik . dan tanda silang x hanya notasi yang digunakan untuk membedakan elektron yang berasal dari atom C dengan elektron yang berasal dari atom H. Perhatikan pula bahwa pasangan elektron yang digunakan bersama dapat ditandai dengan garis. Ikatan kovalen yang terbentuk pada senyawa CH4, dinamakan ikatan kovalen tunggal. Agar lebih memahami pembentukan ikatan kovalen tunggal ,pelajarilah uraian berikut. Struktur Lewis Molekul NH3 Atom 7N memiliki konfigurasi elektron sebagai berikut 7N 2, 5. Jadi,atom N memiliki elektron valensi dengan distribusi sebagai berikut. Struktur lewis N Atom 7N memiliki tiga elektron valensi tidak berpasangan sehingga untuk memenuhi kaidah oktet diperlukan tiga elektron dari atom H. Struktur lewis NH3 b. Ikatan Kovalen Rangkap Dua Ikatan kovalen rangkap dua dibentuk oleh atom-atom nnonlogam yang menyumbangkan dua elektron tidak berpasangan untuk berikatan sehingga memenuhi kaidah oktet. Senyawa apa sajakah yang memiliki ikatan kovalen rangkap dua? Berikut ini beberapa contoh senyawa-senyawa tersebut. 1. Struktur Lewis Molekul O2 Dalam atom O terdapat dua elektron yang tidak berpasangan. Jika dua atom O saling berikatan dan setiap atom menyumbangkan kedua elektron tidak berpasangan yang dimilikinya,terbentuklah molekul O2 yang memiliki struktur lewis sebagai berikut. Jadi, molekul O2 memiliki satu ikatan rangkap dua. Perhatikan bahwa setiap atom O yang dilingkari memiliki delapan elektron. 2. Struktur Lewis Molekul CO2 Dalam atom C terdapat empat elektron tidak berpasangan,sedangkan setiap atom O memiliki dua elektron tidak berpasangan. Jika atom C berikatan dengan atom O, satu atom C memerlukan dua atom O sehingga setiap elektron bebas menjadi berpasangan membentuk ikatan rangkap dua. Jadi, molekul CO2­ memiliki dua ikatan rangkap dua. c. Ikatan Kovalen Rangkap Tiga Ikatan kovalen rangkap tiga dibentuk oleh atom-atom nonlogam yang meyumbangkan tiga elektron tidak berpasangan untuk berikatan sehingga memenuhi kaidah oktet. Contoh senyawa yang mengandung ikatan kovalen rangkap tiga adalah senyawa N2. Dalam struktur Lewis molekul N2, atom N memiliki tiga elektron yang tidak berpasangan. Jika dua atom N berikatan, setiap elektron yang tidak berpasangan saling berikatan dan membentuk struktur lewis sebagai berikut. Jadi, dalam molekul N2 terdapat ikatan rangkap tiga. d. Penyimpangan Kaidah Oktet Kaida oktet sangat bermanfaat untuk meramalkan senyawa yang akan dibentuk leh unsur-unsur. Namun, ada pengecualian atas kaidah ini. Beberapa senyawa bersifat stabil meskipun tidak memenuhi kaidah oktet, misalnya BF3. Atom 5B memiliki konfigurasi elektron 5B 2,3. Atom B ini memiliki tiga elektron valensi. Distribusi elektron valensi atom B dan pembentukan ikatan pada BF3 sebagai berikut. Elektron yang dilingkari pada atom B hanya berjumlah enam sehingga kurang dua elektron untuk memenuhi kaidah oktet. Jadi, senyawa BF3 tidak mengikuti kaidah oktet. Hal ini juga berlaku untuk senyawa Boron lainnya, seperti BH3 dan BCl3. Bagaimana struktur Lewis PCl5? Konfigurasi elektron atom 15P 2, 8, 5. Atom P memiliki elektron valensi lima. Oleh karena dalam senyawa PCl5 satu atom P mengikat lima atom Cl, elektron valensi pada atom P harus terdistribusi pada lima posisi. Setiap atom Cl menerima satu elektron dari atom P. Pada atom P yang dilingkari terdapat sepuluh elektron kelebihan dua elektron untuk memenuhi kaidah oktet. Jadi, senyawa PCl5 juga tidak memenuhi kaidah oktet. 3. IKATAN KOVALEN KOORDINASI Ikatan kovalen koordinasi adalah ikatan kovalen yang terbentuk dengan cara pemakaian bersama pasangan elektron yang berasal dari salah satu atom/ion/molekul yang memiliki PEB. Adapun atom/ion/molekul lain hanya menyediakan orbital kosong. NH4Cl merupakan salah satu contoh senyawa kovalen koordinasi. Perhatikan kovalen koordinasi pada NH4+ di bawah. Senyawa NH4Cl terbentuk dari ion NH4+ dan ion Cl–. Ion NH4+ terbentuk dari molekul NH3 dan ion H+, sedangkan ion H+ terbentuk jika hidrogen melepaskan satu elektronnya. Ikatan kovalen koordinasi digambarkan dengan lambang elektron yang sama dua titik. Hal itu menunjukan bahwa pasangan elektron itu berasal dari atom yang sama. Ikatan kovalen dituliskan dengan tanda -, sedangkan kovalen koordinasi dituliskan dengan tanda →. Jika NH4+ berikataan dengan Cl–, akan terbentuk senyawa NH4Cl. Jadi, pada senyawa NH4Cl terdapat tiga jenis ikatan, yaitu tiga ikatan kovalen, satu ikatan kovalen koordinasi, dan satu ikatan ion antara ion NH4+ dengan ion Cl–. Senyawa HNO3 Pada penggambaran struktur lewis molekul HNO3, elektron yang berasal dari atom H ditandai dengan x, elektron dari N ditandai dengan x, dan elektron dari O ditandai dengan .. Jadi, dalam molekul HNO3 terdapat 3 ikatan kovalen dan 1 ikatan kovalen koordinasi. 4. IKATAN LOGAM Ikatan kimia antar atom-atom penyusun logam bukanlah ikatan ion ataupun ikatan kovalen. Tedapat suatu jenis ikatan yang dapat mengikat atom-atom logam, yakni ikatan logam. Terdapat beberapa teori yang menerangkan ikatan pada logam. Teori untuk ikatan logam harus dapat menjelaskan sifat-sifat logam yang ada. Salah satu teori yang dapat menjelaskan ikatan logam adalah teori lautan elektron yang ditemukan oleh Drude dan Lorentz. Menurut teori ini, kristal logam tersusun atas kation-kation logam yang terpateri di tempat tidak bergerak dikelilingi oleh lautan elektron valensi yang bergerak bebas dalam kisi kristal. Ikatan logam terbentuk akibat adanya gaya tarik menarik antara muatan positif dari inti atom logam dan muatan negatif dari elektron valensi yang bebas bergerak dalam kisi kristal. Karena elektron-elektron valensi logam bergerak bebas dan mengisi ruang-ruang di antara kisi-kisi kation logam yang bermuatan positif. Oleh karena bergerak bebas, elektron-elektron valensi dapat berpindah jika dipengaruhi oleh medan listrik atau panas Kekuatan ikatan logam ditentukan oleh besarnya gaya tarik-menarik antara ion-ion positif dan elektron-elektron bebas. Semakin besar jumlah muatan positif ion logam yang berarti semakin banyak jumlah ikatan bebasnya, maka semakin besar kekuatan logam. PEMBENTUKAN IKATAN LOGAM Pada ikatan logam terjadi proses saling meminjamkan elektron, hanya saja jumlah atom yang bersama-sama saling meminjamkan elektron valensinya elektron yang berada pada kulit terluar ini tidak hanya antara dua melainkan beberapa atom tetapi dalam jumlah yang tidak terbatas. Setiap atom menyerahkan elektron valensi untuk digunakan bersama, dengan demikian akan ada ikatan tarik menarik antara atom-atom yang saling berdekatan. Jarak antar atom ini akan tetap sama, maksudnya seandainya ada atom yang bergerak menjauh maka gaya tarik menarik akan menariknya kembali ke posisi semula dan bila bergerak terlalu mendekat maka akan timbul gaya tolak menolak karena inti-inti atom berjarak terlalu dekat padahal muatan listriknya sama sehingga kedudukan atom relatif terhadap atom lain akan tetap. Pada ikatan logam, inti-inti atom berjarak tertentu dan terletak beraturan sedangkan elektron yang saling dipinjamkan seolah-olah membentuk kabut elektron. Dalam logam, orbital atom terluar yang terisi elektron menyatu menjadi suatu sistem terdelokalisasi yang merupakan dasar pembentukan ikatan logam. Delokalisasi yaitu suatu keadaan dimana elektron valensi tidak tetap posisinya pada 1 atom, tetapi senantiasa berpindah-pindah dari satu atom ke atom lain. Atom logam dapat berikatan sambung menyambung ke segala arah sehingga menjadi molekul yang besar sekali. Satu atom akan berikatan dengan beberapa atom lain disekitarnya. Akibatnya atom tersebut terikat kuat dan menjadi logam berwujud padat kecuali Hg dan umumnya keras. Sumber

peristiwa serah terima elektron berlangsung pada pembentukan senyawa